Apa Saja Prinsip Membangun Properti Sistem Syariah ?

Konsep syariah saat ini semakin banyak diminati oleh masyarakat karena konsep ini dianggap sesuai dengan syariat Islam serta terbebas dari riba yang sangat merugikan kita di akhirat kelak. Sistem syariah kini juga mulai diterapkan pada pembangunan properti dimana biasanya properti dibangun dengan sistem kredit. Tentu saja membangun properti sistem syariah mungkin masih belum bisa terbayangkan oleh sebagian besar orang. Akan tetapi saat ini telah hadir beberapa pengembang properti yang menggunakan sistem syariah dalam memberikan KPR bagi masyarakat yang akan membutuhkan hunian.

membangun properti sistem syariah - arkamaya jasa arsitek jogja

Membangun properti sistem syariah mungkin belum banyak diterapkan oleh para pengembang properti di Indonesia. Bahkan ada pengembang yang memberikan penawaran KPR tanpa riba, namun sebetulnya konsep riba harus dipahami secara jelas agar tak terjadi kesalahpahaman maupun penyalahgunaan konsep tanpa riba. Dalam membangun properti sistem syariah, ada beberapa keunggulan yang bisa ditawarkan. Berikut ini akan dijelaskan beberapa keunggulan membangun properti sistem syariah yang bisa menambah wawasan Anda.

  1. Konsep Tanpa Riba
    Perlu diperjelas kembali jika riba merupakan salah satu ciri dari sistem ekonomi sekuler-kapitalistik dimana sistem ini akan memberikan kesengsaraan dan bahkan bisa menjadi jurang pemisah si kaya dengan si miskin. Oleh karena itu dengan menggunakan konsep tanpa riba, maka membangun properti sistem syariah bisa menjadi solusi yang tak merugikan masyarakat dan tentunya bisa melindungi Anda dari riba.
  2. Konsep Tanpa Bank
    Dalam sistem riba biasanya erat kaitannya dengan bank. Bank sebetulnya salah satu alat dalam sistem ekonomi yang merugikan masyarakat, namun hingga saat ini banyak masyarakat yang belum menyadarinya. Dalam sistem syariah ini para pengembang properti meniadakan peranan perbankan dalam setiap transaksi properti. Meskipun telah hadir bank syariah, namun hal tersebut dianggap masih belum bisa sepenuhnya bisa membebaskan masyarakat dari sistem riba. Oleh karena itu pihak pengembang bisa menggunakan teknis tertentu misalnya sistem transfer yang lebih aman.
  3. Konsep Tanpa Denda
    Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa denda harus dibayarkan jika terlambat dalam membayar cicilan. Akan tetapi sebetulnya denda tersebut juga merupakan bagian dari riba. Meskipun dianggap wajar, namun denda dilarang dalam Islam sehingga membangun properti sistem syariah berupaya meniadakan denda.
  4. Konsep Tanpa Akad Bermasalah
    Seringkali masyarakat sebetulnya kurang memahami akad yang mereka lakukan saat membangun properti. Oleh karena itu dalam sistem syariah, kejelasan akad dilakukan dengan melakukan transaksi kredit syariah secara lebih jelas dan terang-terangan. Hal ini tentu saja dapat membantu Anda terhindar dari transaksi yang bathil dan tidak dianjurkan dalam Islam.
Baca Juga :   Inilah Para Arsitek Senior Negeri Ini Yang Menjadi Kebanggaan Indonesia di Mata Dunia

Itulah penjelasan mengenai membangun properti sistem syariah. Berdasarkan penjelasan di atas kini Anda bisa memiliki gambaran mengenai sistem kredit yang mengandung riba dan yang lebih aman dari riba. Agar Anda terhindar dari riba, maka dalam membangun properti sebaiknya ketahui secara lebih jelas konsep yang dilakukan oleh pengembang bila perlu pilihlah pengembang yang sudah jelas menggunakan sistem syariah.